Di sebuah perjalanan yang seharusnya biasa saja, sejarah pedih tertinggal di Desa Salam, di mana sebuah Bus Asri terperosok dan menelan puluhan nyawa pada 6 Mei 1986. Musibah itu masih dikenang sebagai tragedi yang mengguncang komunitas lokal—bukan sekadar angka, tetapi kenangan hidup yang tak mudah dilupakan.
Tugu peringatan yang dulu berdiri di lokasi kejadian membawa pesan penting: “Jangan Menyusul”. Kalimat ini bukan hanya sebuah peringatan di batu prasasti—ia adalah suara para korban yang terus mengingatkan kita akan keselamatan di jalan
Kini, meskipun prasasti itu tak lagi utuh, kenangan tragedi ini tetap hidup dalam ingatan masyarakat. Setiap kali melintas di jalur itu, cerita masa lalu seolah berbisik, mengajak kita berhenti sejenak untuk menghormati mereka yang tak kembali.
Tragedi Bus Asri Tahun 1986
