Menu Pacitan Pertemuan di Dusun. Masyarakat dusun dan desa di Gunungkidul punya kebiasaan menggelar pertemuan. Arisan RT merupakan satu di antara pertemuan lain yang bersifat rutin. Umumnya dihelat sebulan sekali sesuai kalender masehi atau selapanan sekali (35 hari) sesuai sistem penanggalan Jawa.
Dalam arisan, uang yang dikumpulkan dibagi ke dalam 2 kegunaan. 1 untuk lotre yang diterima pemilik rumah tempat berlangsungnya pertemuan. Uang lotre hanya sekedar pengganti biaya minum dan camilan yang disediakan pemilik rumah. Kemudian 1 bagian yang lain dikumpulkan untuk kas RT.
Fungsi kas RT dipakai untuk membiayai aneka hajat bersama, salah satunya penyelenggaraan tradisi Rasulan. Dalam Rasulan, di luar tradisi inti berupa kenduri do’a, rutin diisi pentas Wayang Kulit. Periode tertentu juga digelar kirab Rasulan. Kas RT lantas tersedot untuk pembiayaan aneka kegiatan tersebut.
Dengan adanya kas RT yang terkumpul, warga anggota arisan tak lagi perlu menyediakan uang dari saku pribadi. Namun, manakala kas RT tak cukup, warga masih harus merogoh kocek guna menutup kekurangannya.
Dalam pertemuan dalam waktu dekat ini pemilik rumah menyediakan camilan berupa emplek, tempe bacem, kacang panggang, dan jeruk. Lalu, minumnya jelas teh. Teh Jawa Kuning atau Biru menjadi teh pilihan warga Gunungkidul bagian tengah.

